Murai Batu
Copsychus malabaricus ยท White-rumped Shama
Raja kicau dengan mental tarung tinggi dan variasi lagu yang memukau.
Tentang Murai Batu
Murai Batu dijuluki 'raja kicau' karena kombinasi mental tarung, gaya bertengger yang gagah, ekor panjang yang naik-turun saat berbunyi, serta kemampuan menirukan berbagai suara (isian). Burung ini butuh penanganan telaten dan konsisten, sehingga lebih cocok untuk kicaumania berpengalaman.
- Ekor panjang yang mengembang saat tarung
- Suara gacor bervariasi dan mampu menirukan isian
- Mental tarung tinggi, gaya nagen di tangkringan
๐ฉบ Panduan Perawatan
๐ Kandang
Gunakan sangkar bulat/kotak ukuran besar (min. diameter 40 cm) dengan tangkringan diameter sesuai cengkeraman kaki. Beri kerodong untuk menstabilkan emosi dan istirahat.
๐ Mandi
Mandikan setiap pagi sekitar pukul 07.00 memakai keramba atau semprot halus. Mandi rutin menjaga bulu tetap sehat dan menurunkan birahi berlebih.
โ๏ธ Penjemuran
Jemur 1โ2 jam setelah mandi (pukul 07.30โ09.30). Hindari penjemuran di atas pukul 10.00 yang terlalu terik.
๐งผ Kebersihan
Bersihkan dasar sangkar setiap hari, ganti air minum, dan cuci wadah pakan agar terhindar dari jamur dan bakteri.
โค๏ธ Kesehatan
Waspadai stres, bulu kusam, dan snot (mata berair). Berikan multivitamin seminggu sekali dan jaga dari angin malam.
๐ฝ๏ธ Makanan & Pakan
๐ฅฃ Pakan Utama
- Voer berkualitas dengan protein 12โ18%
๐ฆ Extra Fooding
- Jangkrik 5โ7 ekor pagi dan sore
- Kroto 1 sendok teh 2โ3x seminggu
- Ulat hongkong secukupnya saat cuaca dingin
๐ Tambahan
- Cacing tanah untuk menurunkan birahi
- Multivitamin mingguan
โ Pantangan
- Jangkrik berlebihan yang memicu over birahi
- Ulat hongkong terlalu banyak (bulu rusak)
๐ก Tips dari Kicaumania
Kestabilan setelan harian (extra fooding + mandi + jemur) jauh lebih penting daripada porsi besar. Catat setelan yang membuatnya paling gacor.